Otomasi & Backend
Membangun layanan yang jalan sendiri tanpa ditunggui: API, penjadwalan, pembacaan email otomatis, sampai mengeraskan servernya sendiri.
- Python
- REST API
- PostgreSQL
- systemd
- Caddy
- Linux VPS
Lead Research & Technology · CORE Bio-AI, Universitas Brawijaya
Latar saya pertanian, dan sehari-hari saya mengerjakan otomasi serta AI — sambil memimpin tim yang mengerjakannya. Saya suka hal yang benar-benar jalan: sistem yang dipakai tiap hari, dan kegiatan yang selesai tepat waktu.
Tentang Saya
Saya kuliah di Teknik Pertanian dan Biosistem — dan justru dari sana saya belajar melihat sistem.
Pertanian ternyata tidak jauh berbeda dari membangun perangkat lunak: ada input, proses, hingga hasil yang harus bisa dipertanggungjawabkan.
Dari situ saya jatuh ke otomasi, AI, dan pemodelan percakapan — bagaimana caranya mesin mengerti kalimat manusia yang berantakan. Itu yang saya kerjakan di Cashflow Tracker, NeuroPlan, dan chatbot untuk UMKM. Sekarang saya memimpin riset dan teknologi di CORE Bio-AI.
Sisi lain yang sama saya nikmati: mengerjakan sesuatu bersama orang lain. Membagi tugas sesuai keahlian, menyusun timeline, memantau progres, lalu ikut berdiri di lapangan saat hari-H. Dari Paskibraka sampai mendampingi UMKM lewat Mahasiswa Membangun Mitra, saya belajar satu hal: rencana yang rapi baru berarti kalau eksekusinya ikut rapi.
Mari ngobrolKeahlian
Tiga bidang yang biasanya saya pegang sekaligus dalam satu proyek.
Membangun layanan yang jalan sendiri tanpa ditunggui: API, penjadwalan, pembacaan email otomatis, sampai mengeraskan servernya sendiri.
Membuat mesin memahami kalimat sehari-hari yang tidak rapi, lengkap dengan jaring pengaman kalau modelnya meleset — lalu memastikan data di belakangnya memang layak dipercaya.
Merancang benda fisik sampai jadi: pemodelan 3D di SolidWorks dan Fusion 360, dicetak sendiri dengan Bambu Lab, lalu disambungkan ke sensor dan firmware-nya.
Membagi tugas menurut keahlian tiap anggota, menyusun timeline dan rundown, memantau progres, lalu memastikan kegiatannya benar-benar selesai tepat waktu.
Portofolio
Bukan tugas kuliah yang berhenti setelah dinilai.
Sistem pencatat keuangan yang saya pakai sendiri tiap hari. Bot Telegram berbahasa Indonesia natural, REST API, dan aplikasi Flutter yang berbagi logika yang sama. Email notifikasi bank dibaca otomatis, jadi transaksi masuk tanpa diketik ulang. Berjalan di VPS yang saya kelola sendiri.
Alat genggam pemeriksa kondisi tanah: sensor RS485 8-in-1 → XIAO ESP32 → BLE → aplikasi Android. Satu tekan tombol, satu pengukuran. Dikerjakan utuh dari firmware, PCB, casing cetak 3D, sampai aplikasinya.
Robot resepsionis lab untuk absensi lewat pengenalan wajah. Dipisah jadi “otak” (Python, backend vision yang bisa ditukar) dan “badan” (ESP32: servo, mata, suara), tersambung lewat protokol UART sendiri.
Kerangka identifikasi tanaman Hoya yang bisa menjelaskan alasannya, bukan sekadar menebak. Data diolah dengan Python lalu divalidasi langsung bersama ahli botani berdasarkan taksonomi dan ciri morfologi.
Bot Telegram yang menjadwalkan, memantau, dan mengingatkan aktivitas harian, plus jatah waktu ala anggaran. Berbagi inti dan basis data dengan Cashflow Tracker, dengan parser hybrid: dateparser dulu, AI belakangan.
Asisten WhatsApp yang meringankan admin UMKM Sariapel Flamboyan. Alur otomasinya dirangkai di n8n dan berjalan di Cloudflare, dengan Gemini sebagai parser yang membaca maksud pertanyaan pelanggan. Jawaban ditarik dari data produk yang diisi admin sendiri — penjelasan produk, ketersediaan stok, dan pertanyaan umum terjawab tanpa menunggu balasan manusia. Dibuat lewat program Mahasiswa Membangun Mitra 2025.
Kontak
Terbuka untuk magang, kerja sama proyek, atau sekadar berdiskusi soal otomasi dan AI.
Sedang terbuka
Mencari kesempatan magang di bidang otomasi, data, atau AI.